Banjarmasin – Politeknik Hasnur menegaskan kembali komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas kekerasan. Rabu, 28 Mei 2025, Politeknik Hasnur turut serta dalam Forum Group Discussion (FGD) Edukasi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Acara penting ini diadakan di Banjarmasin dan dihadiri oleh perwakilan dari 14 perguruan tinggi di Kota Banjarmasin.
Kehadiran Politeknik Hasnur dalam FGD ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menanggapi isu kekerasan, khususnya kekerasan terhadap perempuan, di lingkungan akademik. Diskusi ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan menyelaraskan langkah antar perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.
Momen krusial dalam FGD ini adalah kehadiran langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, dr. Hj. Ananda. Kehadiran beliau menggarisbawahi pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika.
"FGD ini sangat vital untuk membangun pemahaman dan strategi bersama antar perguruan tinggi. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, kita dapat menciptakan lingkungan kampus yang benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang seluruh mahasiswa, khususnya perempuan," ujar Pradipta Herdinas, S.E. Bagian Kemahasiswaan.
Berbagai isu dan tantangan terkait kekerasan di lingkungan perguruan tinggi dibahas tuntas dalam FGD ini, termasuk upaya preventif, mekanisme pelaporan, serta pendampingan bagi korban. Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi panduan dan rekomendasi bagi setiap perguruan tinggi untuk merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.