[email protected] 0851-0015-6666

Kolaborasi Lintas Prodi: Mahasiswa Politeknik Hasnur (Polihasnur) Suarakan "Kampus Aman Bebas dari Kekerasan" di Ajang Hardiknas 2026

BARITO KUALA – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi panggung kreativitas sekaligus aksi nyata bagi mahasiswa Politeknik Hasnur (Polihasnur). Dalam upaya mendukung kampanye Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), mahasiswa Polihasnur ikut ambil bagian dalam Kompetisi Video Pendek Hardiknas 2026 dengan mengusung tema besar “Kampus Aman Bebas dari Kekerasan”.

Bukan sekadar berpartisipasi, karya ini merupakan buah kolaborasi apik dan sinergis antara dua himpunan mahasiswa, yaitu Himpunan Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM).

Sinergi Multidisiplin Ilmu untuk Pesan Sosial yang Kuat

Kolaborasi ini menyatukan talenta-talenta muda Polihasnur yang memiliki keahlian di bidang strategi konten, manajemen digital, serta produksi media kreatif. Tim kolaboratif ini digawangi oleh 9 mahasiswa lintas program studi:

Dari Program Studi Bisnis Digital:

Ellya Adha Saputri

Raden Sherin Nabila Adani

Dari Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM): 3. Ahmad Husen 4. Muhammad Lutfi Firdaus 5. Ahmad Afrizal Anwari 6. Raudhatul Jannah 7. Helena Cindy Hotmauli 8. Rahmiati Sarifah 9. Arwan Lestari Yanto

Perpaduan perspektif bisnis digital dan kemampuan teknis multimedia dari para mahasiswa ini berhasil melahirkan sebuah karya audio-visual yang menyentuh hati dan sarat akan pesan edukatif.

"Luka yang Tak Terlihat": Menyoroti Sisi Gelap Perundungan

Video pendek yang mereka ikutkan dalam kompetisi ini diberi judul “Luka yang Tak Terlihat”. Melalui karya ini, tim mahasiswa Polihasnur ingin membongkar realitas bahwa dampak dari kekerasan, khususnya perundungan (bullying), sering kali tidak tampak di permukaan.

"Memar di kulit bisa memudar, tapi luka di dalam hati sering kali menetap tanpa suara. Bullying bukan sekadar ‘bercandaan lewat’. Bagi sebagian orang, itu adalah perang tak terlihat yang harus mereka hadapi setiap hari," pesan mendalam yang ingin disampaikan oleh tim penyusun melalui video tersebut.

Melalui narasi yang kuat dan sinematografi yang apik, video "Luka yang Tak Terlihat" mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk meningkatkan kepekaan. Kampus sudah sepatutnya menjadi institusi dan ruang yang aman bagi mahasiswa untuk bertumbuh, belajar, dan berinovasi—bukan justru menjadi tempat menabur trauma.

Wujud Nyata Komitmen Kampus yang Aman dan Nyaman

Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang nasional ini menegaskan posisi Politeknik Hasnur (Polihasnur) yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik dan aspek technopreneurship, tetapi juga aktif dalam membangun karakter mahasiswa yang berempati tinggi serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang sehat.

Mari kita berikan dukungan penuh atas karya kreatif mahasiswa Politeknik Hasnur ini dengan menyaksikan, menyukai, dan membagikan video pendek mereka melalui tautan resmi Instagram Reel berikut:

👉 Tonton Video "Luka yang Tak Terlihat" di Instagram

Yuk, bersama-sama kita suarakan dan wujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan! 💙

Rekomendasi Berita Lainnya